Jumat, 30 Maret 2012

Jenis – Jenis Memori

Jenis – Jenis Memori

  • DDR/DDR1, Jumlah pin 184. memori ini dipakai pada motherboard jenis pentium IV( soket 478 dan LGA 775).

    1. DDR PC-1600, berarti memiliki bandwith memory 1600 MB/s, kecepatan clocknya 200 MHz.
    2. DDR PC-2100, berarti memiliki bandwith memory 2133 MB/s, kecepatan clocknya 266 MHz.
    3. DDR PC-2700, berarti memiliki bandwith memory 2667 MB/s, kecepatan clocknya 333MHz.
    4. DDR PC-3200, berarti bandwith memory 3200 MB/s, kecepatan clocknya 400MHz.

  • DDR2, Jumlah pin 240, memori ini dipakai pada motherboard soket 478 sampai motherboard soket LGA 775.
    1. DDR2 PC-3200, berarti memiliki bandwith memory 3200 MB/s, kecepatan clocknya 400 MHz.
    2. DDR2 PC-4200, berarti memiliki bandwith memory 4266 MB/s, kecepatan clocknya 533 MHz.
    3. DDR2 PC-5300, berarti memiliki bandwith memory 5333 MB/s, kecepatan clocknya 667 MHz.
    4. DDR2 PC-6400, berarti memiliki bandwith memory 6400 MB/s, kecepatan clocknya 800 MHz.
    5. DDR2 PC-8500, berarti memiliki bandwith memory 8533 MB/s, kecepatan clocknya 1066 MHz.




  • DDR3, Jumlah pin 240, memori ini dipakai pada motherboard soket LGA 775 sampai motherboard soket LGA 1366.
    1. DDR3 PC-6400, berarti memiliki bandwith memory 6400 MB/s, kecepatan clocknya 800 MHz.
    2. DDR3 PC-8500, berarti memiliki bandwith memory 8533 MB/s, kecepatan clocknya 1066 MHz.
    3. DDR3 PC- 10600, berarti memiliki bandwith memory 10667 MB/s, kecepatan clocknya 1333 MHz.
    4. DDR3 PC-12800, berarti memiliki bandwith memory 12800 MB/s, kecepatan clocknya 1600 MHz.
    5. DDR3 PC-14900, berarti memiliki bandwith memory 14933 MB/s, kecepatan clocknya 1866 MHz.
    6. DDR3 PC-17000, berarti memiliki bandwith memory 17066 MB/s, kecepatan clocknya 2133 MHz.



Jenis – Jenis PCI

PCI (kependekan dari bahasa Inggris: Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang didesain untuk menangani beberapa perangkat keras. PCI juga adalah suatu bandwidth tinggi yang populer, prosesor independent bus itu dapat berfungsi sebagai bus mezzenine atau bus periferal[1]. Standar bus PCI ini dikembangkan oleh konsorsium PCI Special Interest Group yang dibentuk oleh Intel Corporation dan beberapa perusahaan lainnya, pada tahun 1992. Tujuan dibentuknya bus ini adalah untuk menggantikan Bus ISA/EISA yang sebelumnya digunakan dalam komputer IBM PC atau kompatibelnya. {Wafa Jauhari}
Komputer lama menggunakan slot ISA, yang merupakan bus yang lamban. Sejak kemunculan-nya sekitar tahun 1992, bus PCI masih digunakan sampai sekarang, hingga keluar versi terbarunya yaitu PCI Express (add-on).
  • PCI, (124 Pin) biasanya digunakan untuk memasang VGA Card, Lan Card, Sound Card, USB Card, Modem.
  • PCI-E x16, (164 pin) biasanya digunakan untuk memasang VGA Card.
  • PCI-E x1, (36 pin) bisanya digunakan untuk memasang Sound Card dan Lan Card.

 




 
  

Fungsi Chipset pada motherboard



1.       Fungsi Northbridge adalah menjembatani arus data di sekitar main Memory, Prosesor, Front Side Bus, AGP Bus dan juga mengatur kerja power management.
2.       Fungsi Southbridge adalah mengatur kerja peripheral-peripheral semacam IDE Controller, PCI Bus, ROM Bios, Keyboard & Mouse, USB, Eth. LAN, Modem dan fungsi I/O lainnya.

·         Northbridge
Northbridge disebut juga dengan nama memory controller hub (MCH). Perusahaan pembuat chipset yang menggunakan nama sebutan MCH ini adalah Intel. Sedangkan AMD, VIA dan perusahaan lainnya lebih banyak menggunakan nama sebutan northbridge.
Northbridge memiliki peran khusus yang sangat penting dalam suatu sistem motherboard. Northbridge adalah bagian yang menghubungkan prosesor (CPU) ke sistem memori dan graphics controller (AGP dan PCI Express) melalui bus berkecepatan tinggi, dan ke southbridge. Dengan demikian, Northbridge bertugas mengendalikan/ menangani komunikasi antara CPU, RAM, AGP atau PCI Express, dan southbridge. Bahkan pada sebagian chipset, di dalam northbridge juga berisi integrated video controller (pengendali video terintegrasi). Pada sistem Intel istilah integrated video controller ini disebut dengan nama Graphics and Memory Controller Hub (GMCH).
Northbridge juga berperan menentukan jumlah, type dan kecepatan CPU yang dapat dipasangkan pada motherboard, termasuk menentukan jumlah, kecepatan dan type RAM yang dapat digunakan. Setiap jenis chipset, kebanyakan dirancang hanya untuk mendukung seri prosesor tertentu saja, dengan jumlah RAM yang dapat dipasangkan bervariasi bergantung type prosesor dan desain motherboardnya sendiri.
Pada motherboard untuk prosesor Pentium (sebelum Pentium II), kapasitas RAM yang dapat dipasangkan seringkali dibatasi sampai 128 MB saja. Sedangkan motherboard untuk Pentium 4, kapasitas RAM yang dapat dipasangkan dibatasi 4 GB. Perlu diketahui bahwa sejak era Pentium Pro muncul, arsitektur Intel yang diterapkan prosesor tersebut dapat mengakomodasi address fisik lebih besar dari 32 bit, biasanya 36 bit, sehingga mampu mendukung RAM hingga 64 GB. Namun, jarang ada motherboard yang didesain mampu mendukung RAM hingga 64 GB, lagi pula banyak faktor pembatas lain yang tidak memungkinkan diterapkannya fitur RAM tersebut, misalnya keterbatasan dukungan dari OS dan mahalnya harga RAM).
Sampai saat ini, tidak begitu banyak chipset yang mampu mendukung dua tipe RAM sekaligus. Biasanya chipset semacam ini baru diproduksi bila muncul standart baru yang ditetapkan oleh pabrik karena munculnya perkembangan teknologi baru. Contoh northbridge yang hanya mendukung satu type RAM adalah northbridge dari chipset NVIDIA nForce. Chipset ini hanya dapat dipasangkan dengan prosesor AMD yang didesain menggunakan soket A yang dikombinasi dengan pemakaian DDR SDRAM. Contoh lainnya adalah chipset Intel i875. Chipset ini hanya dapat bekerja dengan prosesor Pentium 4 atau Celeron yang memiliki clock speed lebih tinggi dari 1,3 GHz yang dikombinasi dengan pemakaian DDR SDRAM. Sedangkan contoh chipset yang dapat mendukung dua tipe RAM adalah chipset Intel i915. Chipset tersebut dapat bekerja dengan prosesor Intel Pentium 4 dan Celeron yang menggunakan menggunakan DDR maupun DDR2.
Pada perkembangan selanjutnya, memory controller yang menangani komunikasi antara CPU dan RAM tidak lagi berada pada chipset, memory controller tersebut dipindahkan ke prosesor, terintegrasi dengan die prosesor. Contoh prosesor yang telah dilengkapi dengan memory controller ini adalah prosesor AMD64. Akibatnya, chipset untuk prosesor AMD64 (misalnya chipset NVIDIA nForce3) menjadi single chip (chip tunggal) yang merupakan gabungan dari semua fitur southbridge dengan port AGP. Chipset ini dihubungkan langsung ke CPU (prosesor). Sedangkan Intel juga akan melakukan hal yang sama, yaitu mengintegrasikan memory controller tersebut ke dalam prosesor produksinya. Rencananya kelak akan diterapkan pada prosesor yang berbasis mikroarsitektur Nehalem.
·         Southbridge
Southbridge adalah bagian dari chipset yang mengontrol bus IDE, USB, dukungan Plug and Play, menjembatani PCI dan Isa, mengontrol keyboard dan mouse, fitur power management dan sejumlah perangkat lainnya.
Southbridge berhubungan dengan pheriperal, memalui jalur penghubung yang kecepatannya (kecepatan bus) lebih lambat (misalnya bus PCI dan bus ISA) dibandingkan jalur penghubung yang digunakan oleh northbridge. Pada beberapa chipset modern, southbridge sebenarnya mengandung (memuat) pheripheral yang terintegrasi pada chip, seperti ethernet, USB, dan audio.